Wednesday, November 12, 2008

a proper acknowledgement

so there it goes- our first show.
its was awesome. those who joined were awesome.
superbly drunk.

so thanks guys.
for making those moments our money-cant-buy experiences.

and mic-fall-straight-on-your-mouth fella,
sorry for the pain.

Sunday, November 9, 2008

in case u miss it during the spread-hour

this is how our first reading material look like

if somehow you want to get a copy for yourself, feel free to import it here

good day!

Saturday, October 18, 2008

as we starting to roll, here's another bridge to reach us and a hinted story about one major setback

and so we created a myspace account.
this might be LAME to one. refresh to a few. and a total democracy persona for others.
the problem with myspace is not my problem.
we sign myspace up not for courting up girls [as what u always do brah].
we still on track to take this account as our new bridge to others.
thats all.
you can say whatever you want. fame-seeker, lame typical rubbish or whatsoever. we are all ears.
just, dont tell others not to do something while you're flying high on it. stupida.

so for the rest who is not you, have a take a look at this:

post note: you is not you, our fellow readers.
you is him.

full speed ahead... taiping!

coming this 10.11, we're gonna start singing.
care to join us?

Saturday, October 11, 2008

and so we remain silent

Our twin tower is the tallest
Our airport is among the biggest
Our bridge is among the longest
Our court in Jalan Duta is second largest
Despite being the largest, longest and tallest
The maintenance work is the poorest
Our contractors want to complete the fastest
Fixing pipes that are the cheapest
Buying parts that probably the lousiest
Our government buildings are now the dampest
And some dumb MPs will say we are luckiest
Water flow in the house meaning we are bless the most

Our MPs thought they are the smartest
But in reality they are among the dumbest
By making remarks they thought sexiest
Smoking in parliament is very thoughtless
Shouting in parliament is very discourteous
They are probably bunch of uncultivated ruthless
Even though they thought they are cleanest
But Msia corruption index are among the worst
From lowest rank to the highest

Yes the pay rise might be the biggest
But I doubt they are honest
The gift is for the government to remain strongest
Despite all the scandalous cases of dishonest
Voters just being fed with the sweetest

Monday, September 22, 2008

to hell with the syushh-es !

im gonna spread a news that gonna makes at least 3people shocks. well, me and 3 of my friends is goin to form a band. (YAY?) well i dont know. i never get intrested in performing arts. i synonimised artsy with fartsy before. and it still running in my thoughts so to speak. but this time around, im fucking ready to go for it. not because i need to showered my life with limelights, girls and whatsoever that your fucking terrible lousy brain already digests. i dont need such things. i love living life as low as i can. i never talk in class. never answer lecturers calls. never honks at hot scooter girls and never send my picture at any film production that having a casting day. so the thoughts of i did it for the sake of getting famous is ridiculously distort. the reason that i joined this pack is for the reason that i love this guys. again, never call me a fags for that statement. as i am not. but im oke with it. secondly, i agree to go for it as i only live once, and i think i need to voices out what i think about life and these guys are oke with it as well. so as we are on the same agreements, we shall shouts at gigs as one. organisers... never booked us for gigs, we are already packed. hahaha. kidding. it just, we are still in tuning and sharpening our act and all. so, dont hold your breath. this will take time. but as long as we are eager to rumbles the crowds. its not a sin to have a look at what we sounds like. and oh ya... we are all business. non-profit types. our currency spells F.U.N. bold.

renung-renungkan, selamat beramal !

Aku bergelak ketawa sehingga tamat waktu sahur. Aku terlalu enjoy membaca komen2 rakan-rakan di internet. Aku banyak mengenali rakan-rakan baru melalui blog ini. Ratanya aku kenali dari blog mereka juga. Dari situ aku dapat membaca dan mengjustifikasikan pegangan mereka. Namun aku tidak boleh terus untuk melabel mereka. Aku tidak boleh terus menuduh saudara dheven itu seorang ateis India walhal kebanyakkan dari komen-komennya menjurus kepada semangat ateisme yang agak kuat, malah jika dihidu dari bait-bait namanya aku terhidu yang beliau ini mungkin seorang India. Namun aku tidak pasti pada hal ini. Kerana itu aku tidak boleh terus menjumlahkan dheven ini sebagai seorang India. Aku juga diruang blog ini mengenali chegu eya. Dia seorang blogger. Aku teka yang chegu eya ini seorang wanita muslim yang berprofesikan pendidik. Tapi aku tak pasti. Dan aku tidak akan dapat pastikan tekaan aku ini sehingga aku benar-benar mengenali beliau. Aku juga berkenalan dengan saudara dr. medic. Dia bodohkan aku pada komennya. Tak apa. Itu pendapatnya. Aku tiada hak melarang. Dan aku tidak mahu langsung untuk melarang. Kuteka yang beliau ini adalah seorang manusia yang straightforward. Namun itu satu kemungkinan. Kemungkinan yang mungkin aku tak akan mampu jawab selagi aku tidak mengetahui latar belakang sebenar saudara doktor ini.

Kerana aku juga manusia biasa. Pengetahuan aku tentang manusia lain amatlah cetek. Pengetahuna aku tentang apa yang ada di langit juga kurang. Malah pengetahuan aku tidak bisa aku gantungkan bersama pemikiran agung kamu semua. Maka atas sebab itulah aku tidak mahu menilai kamu. Apa yang aku nilai adalah pengertian aku terhadap sesuatu konsep yang aku garapkan menjadi penulisan cereka. Nama-nama yang hadir dalam situs ini adalah nama-nama yang benar dan sudah pun dikitirafkan oleh tuna punya untuk diselitkan pada penulisan-penulisanku.

Namun, apa yang aku mahu aku katakan secara bersahaja disini adalah, laman ini bkanlah beproksikan ateisma. Bukan juga berproksikan politik. Jauh sekali mahu memperlekehkan budaya dan adab tatasusila saudara-saudara sekalian.

Laman ini diterbitkan oleh saya dan rakan-rakan yang kerap cuba mengupas tindakan manusia pada sudut logik serta mencari alasan-ringkas untuk kami menghadapi hari mendatang tanpa perlu bersemuka dengan kekesalan di kemudian hari.

Ampun jika ada yang tersinggung. Ampun jika ada yang gagal membaca dari jarak pemerhatian subjektif. Ampun jika sosialiti sedikit bergolak angkara situs ini.

Sudah aku bentangkan sebab serta alasan mengapa wujudnya blog ini. Sudah aku jelaskan mengapa pemikiran aku dan rakan-rakan berbentuk seperti ini. Sudah aku sarankan secara kritis mengapa kalian tidak berhak mengobjektifkan segala bentuk penulisan yang terbit di situs ini. Sudah aku huraikan poin-poin yang mampu menghadirkan pemahaman mutlak I depan mata kamu semua. Sudah aku ukirkan coretan singkat yang mampu membuatkan kalian tersenyum.

Jika kalian masih lagi tersedak dan tersinggung. Aku percaya kalian tidaklah terlalu bodoh untuk mencari jalan keluar dari situs ini.